Hei Gamers,
Grand Theft Auto 5 memang membawa pesta
masyarakat yang amat besar. Animo masyarkaat akan kehadiran GTA V memang
sangat terlihat dan begitu besar! Game yng sudah ditunggu dari dulu ini
membuat para masyarakat menunjukan ekspresi kesenangannya dengan cara
yng berbeda-beda termasuk dengan salah satu toko penjual game di
Perancis. Berniat menjual dengan yang berbeda dari toko lain, toko ini
malah disergap oleh puluhan polisi!
Sebuah toko diperancis mendadak heboh
baik dimedia masa maupun televisi lokal. Pasalnya bukan karena penjualan
dari toko ini yang patut dibanggakan melainkan kasus heboh naas yang
menimpanya. Seperti yang dilansir dari Liputan6, Pasalnya pegawai toko
game di Perancis tersebut berpakaian layaknya gangster dengan menjual
GTA V untuk menarik perhatian para pembeli.
Berpakaian dengan menggunakan slayer,
masker ala gangster, tato, topi dan baju ala gangster dan lebih hebat
lain kedua pegawai tersebut menggunakan senjata pistol mainan agar
terlihat asli. Hal ini sempat menarik perhatian pembeli yang datang dan
banyak yang melakukan foto-foto. Tetapi naas kejadian selanjutnya
terjadi, ada seorang warga lokal yang tidak sengaja lewat didepan toko
tersebut dan melihat pegawai yang memakai pakaian gangster tersebut.
Mengira kedua pegawai tersebut gangster
yang sedang melakuakan tindakan kriminal, warga tersebut langsung
menelpon polisi dan melaporkan tindakan kriminal. Dalam waktu beberapa
menit kedepan, polisi langsung mengepung toko tersebut. Terdapat 15
polisi yang datang dan mengepung toko tersebut dari segala arah.
Parahnya lagi, sebagian polisi yang datang malah bersenjata lengkap,
dengan senapan semi otomatis.
Dalam sekejap 2 pegawai toko berpakaian
ala gangster ini langsung disergap dan ditangkap. Kekeliruan ini
akhirnya langsung diketahui ketika sang manajer toko keluar dan
menjelaskan semua yang terjadi. Untungnya tak ada yang terluka dalam
penyergapan polisi ini. Setelah tahu kalau 'aksi kriminal' yang disergap
hanya sebuah strategi penjualan game GTA V.
Akibat dari laporan kesalahan ini,
polisi pun marah. dan memperingatkan keras tentang strategi penjualan
ini dan tidak boleh lagi dilakukan. Biarpun begitu, tak ada penangkapan
yang dilakukan. "Hal buruk bisa saja terjadi, kita bisa saja menembak
mereka jika keadaan diluar kendali" kata salah seorang anggota polisi.
Bagaimana jika ini terjadi di Indonesia ya? Bagaimana jika tim densus 88 bakal datang ke lokasi? Bisa-bisa langsung di dor!(Afg)
IDGS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar